5.660 Orang Tanpa Masker di Sukoharjo Terjaring Sepanjang Januari-Juli

- Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani memasangkan masker pada salah satu warga. (SMSolo/Heru S)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani memasangkan masker pada salah satu warga. (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Satpol PP Kabupaten Sukoharjo mencatat sepanjang Januari - 27 Juli 2021 terjaring pelanggaran perorangan tidak menggunakan masker sebanyak 5.660 orang dan 23 tempat usaha.

Sanksi sosial 3.647 orang sedang sanksi denda 2.013 orang. Total jumlah denda yang terkumpul sebanyak Rp 104 juta. Perinciannya denda perorangan Rp 97,8 juta dan denda tempat usaha Rp 6,2 juta.

Sedangkan selama PPKM Darurat jumlah pelanggaran yang tercatat mencapai 722. Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, pelanggar ini terjaring razia petugas sepanjang penerapan PPKM Darurat hingga perpanjangan PPKM level 4.

Baca Juga: Hari ke Dua PPKM Level 4, Kasus Positif di Sukoharjo Tembus 10.154

"Mal atau pusat perbelanjaan sebanyak 4 lokasi, pertokoan ada 168 lokasi, pedagang kaki lima (PKL) dan rumah makan sebanyak 520, tempat hajatan 10 lokasi, satu tempat olah raga dan kafe atau tempat hiburan 19," terang Heru.

Masing masing tempat usaha ini telah menjalani sidang dan putusan oleh Pengadilan Negeri Sukoharjo.

"Kewenangan kami hanya pada penindakan pelanggaran di lapangan saat giat razia. Selanjutnya menjadi ranah pengadilan," kata Heru, Selasa (27/7).

Baca Juga: Angin Segar, Angka Sembuh Covid-19 di Klaten Dua Kali Lipat dari Kasus Positif Baru

Ditambahkannya, dalam melaksanakan penegakan disiplin petugas telah melalui prosedur dan mekanisme sesuai aturan. Mana kala menemukan pelanggaran, penindakan pertama dilakukan dengan peringatan lisan dan tertulis.

Kemudian dilanjutkan dengan penyitaan dan penyegelan.Pelaku usaha yang nekat dan kembali melakukan pelanggaran akhirnya harus ditindak dengan sanksi hukum.

"Denda maupun subsider yang dikenakan bagi pelaku pelanggaran murni keputusan hakim dalam pengadilan. Kami hanya bertugas menghadirkan pelaku dan bukti-bukti pelanggaran,"imbuhnya.

Baca Juga: Tim Bulutangkis NPC Indonesia Bakal TC ke Machida, Jelang Paralympic Games Tokyo 2020

Lebih lanjut dia menyebutkan, dalam PPKM level 4 sepekan ke depan, pihaknya tidak melakukan penindakan dengan merazia tempat usaha. Operasi hanya diberlakukan pada penggunaan masker oleh masyarakat.

Mengingat pelonggaran kegiatan telah diberlakukan untuk jam operasional tempat usaha. Yakni dengan menambah jam operasional sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian pembeli boleh makan ditempat dengan durasi maksimal 20 menit. Maksimal pengunjung dalam satu lokasi tiga orang.

"Sifatnya patroli agar semua tetap patuh aturan PPKM," ujarnya. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X