13 Peserta Ikuti Workshop Tenun dan Wisata Budaya di Prambanan

- Jumat, 23 September 2022 | 14:48 WIB
Para peserta belajar menenun pada workshop di Georium di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. ( SMSolo/dok)
Para peserta belajar menenun pada workshop di Georium di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. ( SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.comSwantara atau Sekolah Wastra Nusantara menggelar workshop, pelatihan tenun frame dan wisata budaya di Georium Desa Bugisan Kecamatan Prambanan, Klaten, 20-21 September 2022.

Kegiatan yang dibuka guru besar UGM Prof Suratman diikuti 13 peserta. Mereka berlatih tenun menggunakan teknik frame, dan dikenalkan alat tenun kamran 4 shaf dan 8 shaf serta Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Suratman mengatakan, Swantara merupakan Program Sosial Pemberdayaan dan Regenerasi Penenun Nusantara. Tujuannya, melahirkan generasi muda yang mencintai dan melestarikan kain tenun Indonesia.

Baca Juga: Emak-emak Desa Bugisan,Prambanan Ikuti Penyuluhan Anti Narkoba

‘’Swantara punya visi melestarikan kain tenun melalui peran anak muda. Misinya, regenerasi penenun muda, mewujudkan aksi kolaborasi untuk melestarikan tenun, dan mengedukasi masyarakat melalui inovasi produk berbasis kain tenun,’’ kata Suratman.

Pelatihan sesi pertama berupa pengenalan alat tenun. Sesi kedua praktek membuat tenun dengan tenun frame bersama Eka sebagai instruktur dan tenun ATBM dilatih instruktur Nur Salam dan Romi.

Workshop georium sebagai mitra swantara untuk pelatihan tenun diresmikan Suratman selaku pemilik Georiu, Nur Salam selaku founder Swantara, Eka selaku pelatih tenun dan Harmani perwakilan Desa Bugisan.

Baca Juga: Alhamdulillah, Pasokan Oksigen Normal Kerajinan Tembaga Tumang Cepogo Kembali Menggeliat

Pelatihan mempunyai tingkat kesulitan berbeda tergantung alat tenun yang digunakan. Untuk alat tenun frame pelatihan bisa makan waktu 1-2 hari, untuk alat tenun 4 shaf atau 8 shaf butuh waktu 3-4 hari dan untuk ATBM butuh waktu 1-2 bulan.

Tenun frame digunakan untuk produksi tenun kecil seperti gelang, ikat kepala, atau strap kamera. Antuk alat tenun 4 atau 8 shaf biasanya untuk membuat selendang/pashmina, sedangkan ATBM untuk membuat kain tenun lurik, stagen, atau kain tenun ikat.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yaspim Klaten Gelar Aksi 'September Ceria 2022'

Senin, 26 September 2022 | 21:37 WIB

Total DBHCHT Klaten Tahun 2022 Mencapai Rp 23,139 Miliar

Jumat, 23 September 2022 | 14:37 WIB

PDAM Tirta Merapi Klaten Akan Menjadi Perumda Air Minum

Kamis, 22 September 2022 | 10:47 WIB
X