Dilarang Berjualan, PKL TSTJ Solo Protes. Tolak Dipindah ke Pasar Tradisional

- Jumat, 23 September 2022 | 18:18 WIB
Pedagang membersihkan lapak PKL di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jumat (23/9/2022).  (SMSolo/Agustinus Ariawan)
Pedagang membersihkan lapak PKL di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jumat (23/9/2022). (SMSolo/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) anggota Himpunan Pedagang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo memprotes rencana pengosongan lapak mereka.

Para PKL itu juga menentang kebijakan manajemen yang melarang mereka berjualan di tempat wisata tersebut.

“Kami tidak pernah diberitahu soal revitalisasi TSTJ. Tahu-tahu TSTJ sudah dibangun. Awalnya kami berpikir jika revitalisasi selesai, maka kami bisa berjualan dengan lebih nyaman,” kata Ketua Himpunan Pedagang TSTJ, Sarjuni, usai bertemu manajemen di TSTJ, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: TSTJ Solo Resmi Ditutup Hingga Akhir Desember 2022, Pakan Satwa Dijamin Tercukupi

Namun harapan pedagang itu sulit terwujud.

“Nyatanya kami malah diminta mengosongkan lokasi jualan, karena tempat itu katanya mau dibikin kandang sementara. Kami ditawari pindah ke beberapa pasar tradisional, karena tidak lagi bisa berjualan di TSTJ.”

Keputusan Perumda itu, lanjut Sarjuni, ditolak 183 PKL anggota Himpunan Pedagang TSTJ.

“Kami sudah puluhan tahun berjualan di sini. Kami ingin berjualan lagi di sini kalau revitalisasi sudah selesai. Pasar yang ditawarkan kepada kami adalah pasar yang sepi. Lihat saja kondisi Pasar Panggungrejo atau Pasar Pucangsawit,” tandasnya.

Baca Juga: Penutupan TSTJ Solo Ditunda. Libur Sekolah Jadi Pendongkrak Kunjungan Wisatawan

Salah seorang PKL, Sri Mulyani menambahkan, pedagang tak lagi berjualan sejak 1 September 2022.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diterjang Arus Bengawan Solo, Jembatan Sesek Hanyut

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:25 WIB

Abipraya Arena Diluncurkan, Jadi Area Esport Jateng

Minggu, 25 September 2022 | 17:17 WIB
X