Andalkan Biogas, Warga Urutsewu Tak Perlu Beli Gas Melon

- Minggu, 25 September 2022 | 05:15 WIB
Desa Urutsewu Kecamatan Ampel, Boyolali, dijuluki sebagai desa mandiri energi. (SMSolo/Joko Murdowo)
Desa Urutsewu Kecamatan Ampel, Boyolali, dijuluki sebagai desa mandiri energi. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Desa Urutsewu Kecamatan Ampel, Boyolali, dijuluki sebagai desa mandiri energi.

Ya, warga di kawasan lereng Merbabu ini mengandalkan biogas dari limbah pabrik tahu dan kotoran sapi sebagai sumber energi.

Di Dukuh Gunungan Lor, misalnya, tercatat ada 9 rumah meninggalkan sumber energi fosil (LPG) dan beralih ke biogas untuk keperluan memasak. Selain api yang dihasilkan lebih baik, penggunaan biogas lebih menghemat kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Hemat Memasak Menggunakan Biogas Limbah Tahu

Nilai ekonomis penggunaan biogas itu pun telah dirasakan 15 kepala keluarga (KK) sejak 2018 lalu. Bahkan tabung gas LPG 3 kg atau gas melon milik warga terlihat usang penuh debu karena lama tidak digunakan.

Menurut salah satu warga, Murdatih, dirinya sudah menggunakan biogas sejak dua tahun lalu. Kini, dia dan keluarganya tak dipusingkan lagi untuk membeli gas melon. Apalagi, gas melon sering langka di pasaran.

“Dengan biogas, tak repot mencari gas melon di warung. Memasak pun kini lebih cepat dan irit,” katanya, Sabtu (24/9).

Baca Juga: Harga Tembakau Makin 'Apek' Petani Tembakau Lereng Merapi- Merbabu Menjerit

Dia menjelaskan, penerapan biogas berawal dari permasalahan limbah pabrik tahu yang menimbulkan pencemaran lingkungan, utamanya aliran sungai. Warga lalu secara swadaya membuat instalasi biogas dan menelan biaya hingga Rp 80 juta.

“Ternyata berhasil dan warga tak perlu keluar uang untuk membeli gas LPG,” ujar Murdatih.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Trabas, Komunitas Trail Boyolali Reklamasi Lahan

Jumat, 18 November 2022 | 16:00 WIB
X