111 Bidang Tanah di Boyolali Belum Terima UGR Proyek Tol Solo-Jogja

- Senin, 26 September 2022 | 12:27 WIB
Alat berat digunakan untuk memadatkan tanah proyek tol di ruas Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Alat berat digunakan untuk memadatkan tanah proyek tol di ruas Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Meski proyek tol Solo-Jogja di wilayah Boyolali sudah digarap, namun pembebasan lahan belum sepenuhnya tuntas. Saat ini masih ada 111 bidang tanah yang belum menerima uang ganti rugi (UGR).

Tanah tersebut mencakup tanah kas desa (TKD), tanah pemerintahan, lahan sengketa dan lainnya. Termasuk, empat bidang tanah sengketa dan satu bidang milik orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Dukuh Klinggen, Desa Guwokejen, Kecamatan Sawit.

Menurut Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nur Sholikin, untuk kasus kedua anak menggugat ibu kandung tersebut masih berlangsung. Meski sudah ada upaya mediasi kedua belah pihak, namun belum ada titik temu.

Baca Juga: Satu Rumah Lagi di Dukuh Klinggen, Kecamatan Sawit belum Peroleh Ganti Rugi Proyek Tol Solo- Jogja

“Pihak penggugat belum mau terima walaupun sudah beberapa kali putusan. Dua kali kali Pengadilan Negeri (PN), kemudian banding di Pengadilan Tinggi (PT) ditolak juga,” katanya, Senin (26/9).

Setelah adanya inkrah, pihaknya mengupayakan validasi agar bisa segera terbayarkan. Ternyata, ada ajuan gugatan lagi ke Pengadilan Agama (PA). Karena masih ada perkara pengadilan, otomatis tidak bisa dibayarkan.

“Uangnya kita kembalikan ke Negara,” jelas dia.

Baca Juga: Sepuluh Jiwa Menderita, Hidup di Rumah yang Terkepung Proyek Tol Solo-Jogja

Pihaknya juga telah mengajukan untuk konsinyasi. Atau penitipan UGR pada pihak pengadilan. Sebab perkara gugatan masih belum ada putusan. Tidak ada regulasi yang menentapkan berapa kali gugatan bisa diajukan.

“Sesuai ketentuan, apabila objek masih dalam kondisi sengketa atau perkara maka tidak boleh dibayarkan,” ungkap Nur Sholikin.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB

Puluhan Umat Hindu Bali Kunjungi Boyolali, Ini Tujuannya

Minggu, 27 November 2022 | 13:50 WIB
X