Tergerus Kali Serang, Empat Rumah di Wonosegoro Direlokasi

- Selasa, 27 September 2022 | 21:30 WIB
ilustrasi longsor (pixabay)
ilustrasi longsor (pixabay)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali merelokasi sejumlah rumah rawan bencana di wilayah Kecamatan Wonosegoro. Sasarannya adalah rumah-rumah berdiri di dekat aliran Kali Serang.

“Ada 20 rumah yang masuk kategori rawan terkena tanah longsor akibat tergerus aliran Kali Serang,” ujar Kabid Perumahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Boyolali, Tulus Raharjo, Selasa (27/9).

Dia menjelaskan, pihaknya telah merelokasi empat rumah yang berada di daerah rawan bencana. Yaitu, rumah yang berada di bantaran Kali Serang. Rumah tersebut juga masuk prioritas program relokasi rumah rawan bencana.

Baca Juga: Banjir Masih jadi Ancaman Utama, Ini Peta Daerah Rawan Bencana di Kabupaten Sukoharjo

“Baru empat yang bisa direlokasi. Ini sudah klir dan sudah selesai 100 persen semua. Empat rumah itu mendapat bantuan senilai Rp 50 juta/unit.”

Syaratnya, penerima bantuan program ini harus memiliki tanah lain yang siap dibangun. Sekaligus dengan menunjukan sertifikat hak milik atau keterangan dari desa terkait kepemilikan tanah itu.

“Tahun ini, relokasi rumah rawan bencana masih difokuskan di Wonosegoro dengan target sasaran 20 rumah.''

Baca Juga: Tebing Rawan Longsor di Karanganyar, Puluhan Warga Diminta Mengungsi Jika Hujan Lebat

Tulus Raharjo mengungkapkan, kawasan Kali Serang, Wonosegoro memang rawan bencana longsor. Untuk program ini, DPKP akan membantu pembangunan rumah. Relokasi rumah rawan bencana ini akan berlanjut hingga tahun depan.

“Sementara ini, yang paling rawan Kali Serang, Wonosegoro. Meski sebenarnya masih banyak daerah rawan bencana. Sebenarnya ada 11 yang masuk usulan, tapi hanya tujuh yang masuk kriteria.”

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Trabas, Komunitas Trail Boyolali Reklamasi Lahan

Jumat, 18 November 2022 | 16:00 WIB
X