Penyeberangan di Jembatan Sesek Penghubung Solo-Sukoharjo Disebut Kantongi Izin Resmi

- Jumat, 30 September 2022 | 18:51 WIB
Penjaga jembatan sesek mendorong motor penyeberang yang kesulitan menanjak di tanggul Bengawan Solo wilayah Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (30/9/2022).  (SMSolo/Agustinus Ariawan)
Penjaga jembatan sesek mendorong motor penyeberang yang kesulitan menanjak di tanggul Bengawan Solo wilayah Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (30/9/2022). (SMSolo/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Lokasi jembatan sesek (bambu) penghubung Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres, Solo dan Desa Gadingan Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo disebut mengantongi izin resmi untuk praktik penyeberangan.

Namun izin yang dikantongi pengelola tempat yang melintang di Bengawan Solo itu adalah penyeberangan perahu, bukan jembatan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto mengungkapkan, lokasi jembatan sesek sebenarnya adalah jalur resmi penyeberangan yang dilelang Pemkab Sukoharjo. Jalur itu digunakan sejak 1987.

Baca Juga: Antisipasi Penutupan Jembatan Mojo, Warga Gadingan Bangun Jembatan Sesek. Polisi Ingatkan Keamanannya

“Pengelolanya merupakan pemenang lelang di Sukoharjo dengan izin penyeberangan perahu. Jadi izinnya bukan penyeberangan menggunakan jembatan, tapi perahu,” beber Joko saat meninjau jembatan sesek bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan kontraktor perbaikan Jurug">Jembatan Jurug, Jumat (30/9/2022).

Pemkab, lanjut Joko, juga pernah mengkaji rencana pembuatan jembatan gantung di lokasi jembatan sesek.

“Sekitar tiga tahun lalu Pemkab mengajukan permohonan pembangunan jembatan kepada Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemkot juga sudah mengiyakan.”

Baca Juga: Info Lalu Lintas Solo: Jembatan Mojo Ditutup, Jembatan Sesek Jadi Jalur Favorit Motor

Namun rencana pembangunan jembatan gantung itu tak kunjung terealisasi, sekalipun detail engineering design (DED) sudah difinalisasi dan tinggal menunggu rekomendasi teknis dari kementerian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab, terkait kemungkinan pengajuan ulang permohonan pembangunan jembatan gantung itu. Mungkin permohonan dulu sudah expired, jadi perlu diperbarui. Tapi yang pasti di sini titik resmi (penyeberangan) sejak 1987,” urai Joko.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pospenas Solo, Banyak Siswa Antusias Ikut Lomba Pidato

Jumat, 25 November 2022 | 10:10 WIB

Begini Kronologi Adu Jotos Peserta Munas Hipmi di Solo

Selasa, 22 November 2022 | 15:11 WIB

Memalukan! Peserta Munas Hipmi di Solo Adu Jotos

Selasa, 22 November 2022 | 09:27 WIB
X