Exit Tol Model Interchange akan Dibangun di Desa Batan, Kecamatan Banyudono

- Senin, 3 Oktober 2022 | 15:12 WIB
Hamparan tanah di Desa Kuwiran tepatnya sebelah barat Mapolsek Banyudono yang juga akan digunakan untuk exit tol sudah mulai diuruk.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Hamparan tanah di Desa Kuwiran tepatnya sebelah barat Mapolsek Banyudono yang juga akan digunakan untuk exit tol sudah mulai diuruk. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 25 bidang tanah di Desa Batan, Kecamatan Banyudono bakal turut dibebaskan untuk proyek tol Solo- Jogja.

Tanah tersebut diperuntukkan untuk pembangunan exit tol yang menyambung melalui Desa Kuwiran dan Jembungan, Kecamatan Banyudono.

Dari pantauan, bidang tanah untuk jalur keluar kendaraan yang mengarah ke Semarang sudah dibebaskan.

Baca Juga: Pakai Celana Kolor Ganjar 'Foto' Bareng Puan Maharani

Bahkan ada sebuah rumah yang sudah dibongkar. Demikian pula bidang tanah untuk jalur masuk kendaraan dari arah Solo juga sudah dibebaskan.

“Ya, nantinya, proyek strategis negara (PSN) ini akan dibuat exit tol dengan model interchange. Pembebasan tanah dilakukan tahun ini. Sedang pembangunan interchange dilakukan 2030 mendatang,” ujar Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Djarot Sucahya, Senin (3/10).

Baca Juga: Nasdem Usung Anies sebagai Capres 2024, Surya Paloh: Why Not The Best

Dijelaskan, hingga kini masih ada 111 bidang yang belum dibayarkan uang ganti ruginya (UGR). Baik tanah kas desa, tanah pemerintahan, tanah wakaf hingga sengketa. Termasuk 25 bidang tanah di di Desa Batan, Kecamatan Banyudono.

“Di desa Bata nada 25 bidang tanah, saat ini masih ada satu bidang yang belum ditemukan pemiliknya.”

Baca Juga: 7 Sanksi Mengerikan Menghantui Indonesia Jika Tragedi Kanjuruhan, Jadi Pijakan FIFA Jatuhkan Sanksi

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Trabas, Komunitas Trail Boyolali Reklamasi Lahan

Jumat, 18 November 2022 | 16:00 WIB
X