Baru Sehari, Ekskavasi Situs Gumuk Tlawong Boyolali Dihentikan. Ada Apa?

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:48 WIB
Ketua Boyolali Heritage Society (BHS), Kusowro mengecek ekskavasi situs Gumuk Tlawong yang ditutup terpal.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Ketua Boyolali Heritage Society (BHS), Kusowro mengecek ekskavasi situs Gumuk Tlawong yang ditutup terpal. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Kegiatan ekskavasi situs Gumuk Tlawong di Desa Tlawong Kecamatan Sawit, Boyolali, resmi dihentikan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Ada apa? Pasalnya, kegiatan penggalian di situs purbakala tersebut tidak koordinasi dengan lembaga BPCB setempat.

Pantauan di lokasi, Senin (3/10), petak yang direncanakan untuk penggalian sudah terpasang di bawah pohon doyo. Di bagian barat gumuk, terlihat terpal berwarna biru menutupi bekas galian sepanjang 3 meter.

Baca Juga: Berharap Ekskavasi Situs Watugenuk di Kragilan, Mojosongo Bisa Berlanjut

Kegiatan ekskavasi tersebut dilakulan Disdikbud Boyolali dengan menggandeng pihak ketiga. Penggalian situs yang berada di tengah area persawahan Desa Tlawong itu telah dimulai Kamis (29/9) lalu.

Menurut Kepala BPCB Jateng, Sukranadi, pihaknya sudah meminta agar kegiatan ekskavasi dihentikan. Disdikbud juga telah melakukan koordinasi dan menyampaikan bahwa penggalian telah berhenti.

Permintaan penghentian ini sudah dilakukan sejak Jumat (30/9), atau sehari setelah dimulai penggalian. Namun, pihak pelaksana penggalian yang merupakan pihak ketiga baru mau menghentikan setelah kades setempat turun langsung ke lapangan.

Baca Juga: Situs Candi Sari, Peninggalan Mataram Hindu Kuno di Puncak Bukit Kecil Lereng Merapi

“Tadi hadir dari dinas (Disdikbud) saja,” kata Sukranadi, Senin (3/10).

Menurutnya, Disdikbud akan hadir lagi di BPCB bersama CV yang melakukan pekerjaan untuk membahas tindak lanjutnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Trabas, Komunitas Trail Boyolali Reklamasi Lahan

Jumat, 18 November 2022 | 16:00 WIB
X