Warga Sragen Hati-hati! Kasus DBD Naik

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:25 WIB
Kasus DBD di Kabupaten Sragen mengalami peningkatan akhir-akhir ini. (SMSolo/dok)
Kasus DBD di Kabupaten Sragen mengalami peningkatan akhir-akhir ini. (SMSolo/dok)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sragen pada tahun ini mencapai angka tertinggi dibanding dua tahun sebelumnya.

Hingga akhir September 2022, kasus DBD mencapai 163 kasus. Padahal untuk bulan sama pada 2020 lalu hanya 64 kasus dan 94 kasus di 2021 lalu.

Meski kasus mengalami kenaikan tahun ini, sejauh ini tidak ada kematian akibat DBD. Karena sebelumnya pada 2020 terdapat tiga orang meninggal, dan pada 2021 ada satu pasien meninggal akibat DBD.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Kanjuruhan, Malang Renggut Nyawa 33 Anak anak

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen menilai penyebab tingginya kasus DBD ini karena cuaca tak menentu.

“Tahun ini, kasus DBD memang mengalami kenaikan dibanding dua tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinkes Hargiyanto.

Dikemukakan, pasien DBD saat ini merata, tetapi lebih dominan pada anak-anak. Cuaca yang tak menentu membuat genangan air, sehingga nyamuk aedes aedes aegypti berkembang biak dengan cepat.

Baca Juga: Tersangkut Mesin Pembuat Kertas, Karyawan PT Prima Paper Indonesia Wonogiri Tewas

Hargiyanto menambahkan, langkah yang paling mungkin dilakukan yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kemudian dilakukan langkah antisispasi seperti menanam tanaman yang mengusir nyamuk, menggunakan kelambu dan memelihara ikan di kolam yang memungkinkan memakan jentik.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mal Pepalayan Publik Sragen Soft Opening 15 Desember

Kamis, 24 November 2022 | 20:32 WIB

Lubangi Tembok Dalam, Lima Napi Lapas Sragen Kabur

Rabu, 23 November 2022 | 09:02 WIB

PDIP Incar Hattrick Kemenangan dan 26 Kursi DPRD Sragen

Selasa, 15 November 2022 | 19:57 WIB
X