Bakti Sosial di Gajahmungkur. TKSK Ingin Kejelasan Status, Tak Sekadar Relawan

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 16:41 WIB
Sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menerima bantuan saat Bakti Sosial HUT ke-13 TKSK Provinsi Jateng di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, Minggu (9/10).  (SMSolo/Khalid Yogi)
Sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menerima bantuan saat Bakti Sosial HUT ke-13 TKSK Provinsi Jateng di Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, Minggu (9/10). (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berharap adanya kejelasan status. Pasalnya, dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) TKSK masih disebut sebagai relawan.

Koordinator TKSK Provinsi Jawa Tengah Agung Supaat mengatakan, para TKSK berharap ke depan status mereka bukan sekadar relawan.

"Kami berharap ada perubahan status yang jelas dari Kementerian Sosial (Kemensos). Biar jiwa dan ruh kami yang relawan, tapi statusnya bukan sekadar relawan," katanya usai menggelar Bakti Sosial dalam rangka HUT ke-13 TKSK Provinsi Jateng di obyek wisata Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, Minggu (9/10).

Baca Juga: Bakti Sosial HUT Bhayangkara Lalu Lintas Digelar di Empat Titik

Dia mengatakan, TKSK selama ini sudah banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, baik Pemprov maupun Pemkab/Pemkot.

"Kami juga ingin ada perhatian lebih dari Kemensos, seperti halnya perhatian dari Dinas Sosial (Dinsos) provinsi atau kota/kabupaten," ujarnya.

Sementara itu, peringatan HUT Ke-13 TKSK Provinsi Jateng diisi dengan berbagai bakti sosial. Yakni penyerahan bantuan sosial kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) senilai Rp 1 miliar.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke 76, Polres Sukoharjo Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Yakni berupa bantuan senilai Rp 393 juta kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube), paket bantuan nutrisi senilai Rp 160 juta, pembagian 145 paket sembako, bantuan karang taruna, dan bantuan Kartu Jateng Sejahtera (KJS).

Selain itu pembagian empat unit kruk, penyerahan satu unit kendaraan roda tiga untuk difabel, 15 kursi roda, tiga walker, penebaran 5.000 benih ikan, kunjungan ke empat panti sosial, bantuan bibit pohon, pengobatan gratis, operasi bibir sumbing yang bekerja sama antara Yayasan Permata Sari dan RS PKU Muhammadiyah.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Diminta Berperan dalam Konservasi Air

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:35 WIB

PKS Wonogiri Targetkan Enam Kursi dalam Pileg 2024

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:27 WIB

Panen Raya Jagung di Bendungan Plumbon Wonogiri

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:52 WIB

Polres Wonogiri Jalankan Gerakan Tiji Tibeh. Apa Itu?

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:26 WIB
X