Atasi Dampak Sedimentasi di Waduk Cengklik, Olah Eceng Gondok Jadi Biogas

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:31 WIB
Warga mencacah eceng gondok dari Waduk Cengklik, Boyolali, sebelum diolah jadi biogas. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga mencacah eceng gondok dari Waduk Cengklik, Boyolali, sebelum diolah jadi biogas. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Masyarakat di seputar Waduk Cengklik Kecamatan Ngemplak, Boyolali, didorong untuk memanfaatkan eceng gondok yang tumbuh di waduk itu.

Tanaman tersebut bisa digunakan sebagai sumber energi baru terbarukan.

Upaya tersebut dilakukan Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari. Selain itu wujud kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kelestarian Waduk Cengklik.

Baca Juga: Misteri Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak Boyolali, Benarkah Berupa Sebuah Kota Besar?

“Maka kami telah menjalankan kegiatan pelatihan kepada Kelompok Masyarakat Ngudi Tirto Lestari di Kabupaten Boyolali yang berada di sekitar lokasi operasi Pertamina, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adi Soemarmo,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Kamis (13/10).

Dia menjelaskan, Waduk Cengklik tidak hanya menjadi salah satu ikon wisata alam, tapi juga memberikan dampak lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Waduk buatan dengan luas genangan mencapai 300 ha ini mampu menarik 13.000 wisatawan per tahun.

“Waduk tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan dan sumber pengairan lahan pertanian di Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Nogosari,” ujar Galih Nugroho.

Baca Juga: Revitalisasi Waduk Cengklik, PKL Mulai Bongkar Warung

Hanya saja, lanjut dia, Waduk Cengklik juga mengalami sedimentasi karena dampak pertumbuhan eceng gondok. Akibatnya, daya tampung air semakin surut dari waktu ke waktu, mengingat tanaman eceng gondok dapat terus bertumbuh dengan cepat.

''Jika dibiarkan tentu akan mengganggu kebutuhan air bagi orang banyak,” terangnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X