Inovasi Sipentura Mudahkan Gakin DTKS Ikut JKN PBI

- Selasa, 8 November 2022 | 06:43 WIB
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sragen, dokter Nengah Adnyana Oka Manuaba.  (SMSolo/Anindito AN  )
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sragen, dokter Nengah Adnyana Oka Manuaba. (SMSolo/Anindito AN )

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Masih banyak keluarga miskin (gakin) di Kabupatan Sragen, belum tercakup Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai penerima bantuan iuran (PBI) yang bersumber dari APBN.

Padahal keluarga miskin itu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen membuat inovasi Sistem Pendaftaran Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Daerah (Sipentura).

Baca Juga: Razia Kos-kosan di Sragen: Polisi Amankan 12 Pasangan, Empat di Bawah Umur

''Inovasi Sipentura memudahkan gakin ikut JKN PBI,'' terang dokter Nengah Adnyana Oka Manuaba, Senin (7/11).

Dia mengatakan, setiap tahun Dinkes memiliki anggaran Jaminan kesehatan (Jamkes) dan bantuan kesehatan untuk gakin.

Jamkes itu digunakan untuk membantu keluarga miskin yang sudah masuk DTKS, namun belum terekomendasi JKN dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca Juga: Gantikan Tatag yang Purnatugas, Dokter Hargiyanto Jabat Sekda Sragen

Sebagian gakin di DTKS itu, lanjut Oka, sudah mendapat fasilitas JKN dengan PBI APBN. Namun ada sebagian gakin di DTKS yang belum masuk ke PBI APBN.

''Gakin yang masuk DTKS namun belum masuk dalam JKN PBI APBN itu yang membutuhkan jamkes dari BPJS Kesehatan menjadi tugas Dinkes dengan program PBI Daerah,'' tuturnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Desa di Sragen Gelar Pilkades Sebelum November 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:30 WIB

Lelaki Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan

Senin, 16 Januari 2023 | 18:13 WIB
X