Peringati Hari Wayang, 25 Dalang dan 1.890 Pesinden Pentas Serentak di Karanganyar

- Selasa, 8 November 2022 | 19:15 WIB
Pagelaran wayang kulit di Plasa Alun-Alun Karanganyar, menampilkan tiga dalang dan 105 pesinden dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu, Senin (7/11) malam. (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)
Pagelaran wayang kulit di Plasa Alun-Alun Karanganyar, menampilkan tiga dalang dan 105 pesinden dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu, Senin (7/11) malam. (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Pentas wayang spektakuler digelar serentak di 18 lokasi se-Karanganyar, dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional, Senin (7/11) malam.

Sebanyak 25 dalang dan 1.890 pesinden, pentas di jam yang sama, di event yang juga merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-105 Kabupaten Karanganyar tersebut.

Pentas utama digelar di kawasan Plasa Alun-Alun. Tiga dalang berbagi kelir di pagelaran yang mengangkat lakon "Parikesit Jumeneng Ratu", yakni Ki Anom Dwijo Kangko, Ki Purbo Asmoro dan Ki Cahyo Kuntadi.

Baca Juga: Ternyata, Video Viral Kebaya Merah Pesanan Dari Pengguna Twitter

Selain 105 pesinden yang tampil, pagelaran di Plasa Alun-Alun juga dimeriahkan duo kocak Jo Klithik dan Jo Kluthuk, yang tampil di segmen goro-goro.

Pagelaran lain digelar di 17 kecamatan se-Karanganyar, di mana di masing-masing kecamatan ada 105 pesinden yang tampil.

Meski diguyur hujan sejak petang hingga pukul 22.00, acara berjalan lancar. Masyarakat pecinta wayang yang nonton di lokasi acara, harus rela berdiri dengan membawa payung ataupun memakai jas hujan, meskipun acara juga disiarkan secara streaming via Youtube.

Baca Juga: Kandang Ayam di Slogohimo Terbakar, 12 RIbu Ekor Ayam Terpanggang. Kerugian Ditaksir Rp1,2 Miliar

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, sejak 2014 Karanganyar konsisten menggelar pentas wayang kulit setiap 7 November, dalam memperingati Hari Wayang Nasional.

"Dan malam ini, pentas digelar spektakuler. Serentak di 17 kecamatan, di 18 lokasi pentas, menampilkan 25 dalang dan 1.890 pesinden. Semoga ke depan, semakin banyak yang melestarikan wayang. Wayang tetap menjadi tuntunan hidup dan tontonan yang menghibur," katanya.

Baca Juga: Guru Membuli Siswa, SMA 1 Sumberlawang Gelar Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan

Tak lupa, Bupati mengajak masyarakat mendoakan Ki Manteb Soedharsono, dalang kondang yang wafat pada 2 Juli 2021 lalu. Sebab, Ki Manteb adalah salah satu pejuang, hingga wayang diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia.

"Kita doakan, semoga Ki Manteb sudah bahagia di surga. Tetap ndalang di surga. Beberapa saat sebelum wafat, beliau sempat berpesan pada saya, untuk menjaga dan melestarikan wayang," ujarnya. **

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekda Lama Karanganyar Pensiun, Siapa Penggantinya?

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:47 WIB
X