Dinkes Sragen Buat Terobosan Sipentura Bagi Gakin, Apa Itu?

- Rabu, 9 November 2022 | 14:04 WIB
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sragen, dr Nengah Adnyana Oka Manuaba menyebutkan Inovasi Sipentura bisa diakses menggunakan ponsel android di laman sipentura.sragenkab.go.id. (SMSolo/Anindito AN)
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sragen, dr Nengah Adnyana Oka Manuaba menyebutkan Inovasi Sipentura bisa diakses menggunakan ponsel android di laman sipentura.sragenkab.go.id. (SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Masih banyak keluarga miskin (gakin) di Kabupatan Sragen, belum terkaver Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai penerima bantuan iuran (PBI) yang bersumber dari APBN.

Padahal keluarga miskin itu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Guna memudahan gakin terkaver JKN PBI yang bersumber dari APBN, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen membuat inovasi Sistem pendaftaran kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Daerah (Sipentura).

Baca Juga: Kades dan Istrinya Meninggal akibat Covid 2021 lalu, Desa Trosemi Gelar Pilkades PAW. Ini Hasilnya

"Inovasi Sipentura memudahkan gakin ikut JKN PBI,'' terang dr Nengah Adnyana Oka Manuaba saat dihubungi, Rabu (9/11).

Dikatakan setiap tahun Dinkes memiliki anggaran Jaminan kesehatan (Jamkes) dan bantuan kesehatan untuk gakin.

Jamkes itu digunakan untuk membantu keluarga miskin yang sudah masuk DTKS, namun belum terekomendasi JKN dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca Juga: Lesti Kejora Dikabarkan Hamil Anak Kedua dengan Rizky Billar?

Sebagian gakin di DTKS itu, lanjut dr Nengah Adnyana Oka sudah mendapat fasilitas JKN dengan PBI APBN. Namun ada sebagian gakin di DTKS yang belum masuk ke PBI APBN.

"Untuk gakin yang masuk DTKS namun belum masuk dalam JKN PBI APBN itu yang membutuhkan jamkes dari BPJS Kesehatan menjadi tugas Dinkes dengan program PBI Daerah."

Baca Juga: Patroli Angkringan, Kapolres Sukoharjo: Kalau Ada Gangguan Kamtibmbas Hubungi Nomor Ini

Dulu, kata Nengah, proses kepesertaan agak repot, karena gakin yang membutuhkan PBI daerah datang mendaftar ke Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen.

Dengan cara itu mengakibatkan kepesertaan PBI daerah serapannya sedikit, sehinga dananya menjadi silpa setiap tahunnya. Hal itu berimbas pada capaian universal health coverage (UHC) di Sragen masih rendah.

Baca Juga: MotoGP 2022: Kritik Tajam Terhadap Tim Yamaha

"Untuk menggapai capaian UHC lebih tinggi dibuatlah Inovasi Sipentura, untuk memudahkan masyarakat," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Desa di Sragen Gelar Pilkades Sebelum November 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:30 WIB

Lelaki Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan

Senin, 16 Januari 2023 | 18:13 WIB
X