Bullying Guru SMAN 1 Sumberlawang Selesai dengan Restorative Justice

- Kamis, 17 November 2022 | 18:05 WIB
 Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengungkapkan perkara bullying yang dilakukan Swn (54) guru Matematika SMAN 1 Sumberlawang terhadap Sv (14) siswinya, akan dilakukan Keadilan Restorasi (Restorative Justice). (SMS/Anindito AN)  (SMSolo/Anindito AN)
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengungkapkan perkara bullying yang dilakukan Swn (54) guru Matematika SMAN 1 Sumberlawang terhadap Sv (14) siswinya, akan dilakukan Keadilan Restorasi (Restorative Justice). (SMS/Anindito AN) (SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Kasus perundungan yang dilakukan Swn (54), oknum guru Matematika SMAN 1 Sumberlawang terhadap Sv (14) siswinya, bakal ditangani secara Restorative Justice (JR).

Artinya, perkara bullying itu tidak ditangani secara pidana atau diajukan ke pengadilan.

''Meski perkara itu sebenarnya masuk pelanggaran pidana,'' terang Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama kepada awak media di Ruang Satya Haprabu Polres Sragen, Kamis (17/11).

Baca Juga: Miris, Oknum Guru di Bekasi Cabuli 3 Siswi SD. Pelaku Kini Diburu

Sebelumnya, pengadu Agung Purnomo, orangtua Sv, dipertemukan dengan Kasek SMAN 1 Suranti Tri Umiatsih dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah VI Sunarno.

Hadir pula Ketua KPAI Wahyu Dwi G, Muslim dari Kemenag dan Kepala P2KBP3 dr Udayanti P, diundang dalam mediasi, di Polres, Kamis.

Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta, Kamis 17 November 2022, Andin Pergoki Aldebaran dan Abimana Berselisih

Mediasi untuk menyelesaikan perkara bullying di SMAN 1 Sumberlawang yang dilakukan Swn, guru Matematika. Penanganan perkara Swn sesuai Peraturan Kepolisian Negara RI No.8 Tahun 2021, yang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restorasi.

''Semoga tidak menjadi seremonial, tapi bisa menjadi perubahan sistem di sekolah,'' harap kapolres.

Baca Juga: Ronaldo Absen dalam Latihan Portugal Jelang Piala Dunia 2022. Sakit Perut atau Sebab Lain?

Terjadinya diskusi dan mediasi Restorative Justice, lanjut Kapolres terjadi atas kebesaran hati keluarga Agung Purnomo.

''Tidak diajukan ke pengadilan, tapi untuk perbaikan system,'' kata Piter Yanottama.

Dikatakan terlapor (Swn), sebaiknya tidak melakukan lagi. Karena di sistem Pidana Peradilan Anak, tindakan (perundungan) di sistem peradilan anak masuk kategori pidana.

Baca Juga: Empat Bersaudara Ini akan Mentas di Panggung Piala Dunia 2022 Qatar. Satunya Saling Bermusuhan

Agung Purnomo merasa lega, karena merasa dijembatani bisa berdialog dengan pihak sekolah dan Diknas Provinsi yang diinisiasi kapolres.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Desa di Sragen Gelar Pilkades Sebelum November 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:30 WIB

Lelaki Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan

Senin, 16 Januari 2023 | 18:13 WIB
X