Tewasnya Santri Ponpes di Sragen, Polisi Tetapkan Santri Senior Jadi Tersangka

- Rabu, 23 November 2022 | 19:17 WIB
Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro memberikan keterangan kepada awak media, terkait kronologi kejadian kekerasan terhadap santri Df dan hasil visum, di Mapolres, Rabu (23/11).  (SMSolo/Anindito AN)
Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro memberikan keterangan kepada awak media, terkait kronologi kejadian kekerasan terhadap santri Df dan hasil visum, di Mapolres, Rabu (23/11). (SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Polisi menetapkan tersangka pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Df (14), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ta'mirul Islam, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen.

Tersangka itu adalah MHR (16), santri senior yang diduga melakukan aksi kekerasan terhadap Df, dengan cara menendang di bagian dada.

''Tersangkanya MHR, warga Karanganyar yang berstatus santri senior,'' terang Kasi Humas Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro kepada awak media di Mapolres Sragen, Rabu (23/11).

Baca Juga: Diduga Dianiaya Seniornya, Seorang Santri di Sragen Tewas

Karena masih di bawah umur, lanjut Ari, pelaku tidak ditahan namun dalam pengawasan orangtuanya. Sedangkan proses hukum masih terus berjalan.

Sebelumnya penyidik Satreskrim Polres Sragen memeriksa 11 orang saksi. Mereka yang dimintai keterangan ada ustadz, sejumlah santri di lokasi kejadian maupun dari keluarga korban.

Tindak kekerasan yang dilakukan tersangka MHR siswa kelas 1 SMA yang mengakibatkan tewasnya Df, siswa SMP itu, terjadi Sabtu (19/11) di salah satu ruangan ponpes.

Baca Juga: Ini Pesan Danrem Solo pada Santri Ponpes Budi Utomo

Pelaku ditendang, karena tidak melakukan piket. Diduga tendangan cukup keras mengakibatkan bekas memar di bagian dada, hingga mengakibatkan korban jatuh dan meninggal dunia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Ida Nurul Farida mengaku prihatin terhadap peristiwa kekerasan yang masih terjadi di pondok pesantren. Seperti halnya kasus yang menimpa Df (14), seorang santri di Ponpes Ta'mirul Islam Sragen.

Santri itu meninggal dunia diduga usai mengalami kekerasan dari seniornya di ponpes tersebut.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Sragen Dapat Penghargaan Meritokrasi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:33 WIB

Mal Pepalayan Publik Sragen Soft Opening 15 Desember

Kamis, 24 November 2022 | 20:32 WIB

Lubangi Tembok Dalam, Lima Napi Lapas Sragen Kabur

Rabu, 23 November 2022 | 09:02 WIB

PDIP Incar Hattrick Kemenangan dan 26 Kursi DPRD Sragen

Selasa, 15 November 2022 | 19:57 WIB
X