Ribuan Warga di Boyolali Kembalikan Bantuan Sosial Tunai, Ada Apa?

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:41 WIB
Gubernur Ganjar berdialog dengan salah satu warga penerima dana BST.   (SMSolo/Joko Murdowo)
Gubernur Ganjar berdialog dengan salah satu warga penerima dana BST. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Ribuan warga di Kabupaten Boyolali mengembalikan bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan pemerintah. Selanjutnya, dana tersebut akan dikembalikan lagi ke kas negara.

"Ya, total 3.537 warga yang mengembalikan dana tersebut,” ujar Kepala Dinsos Boyolali, Ahmad Gojali.

Ditemui wartawan disela- sela menerima kunjungan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di aula Kantor Kecamatan Banyudono untuk memantau pembagian BST, Rabu (4/8), dia menyebut jumlah tersebut baru dari 13 wilayah kecamatan saja.

“Masih ada 9 kecamatan yang datanya belum masuk.”

Baca Juga: Serbuan Kodim Klaten Mulai Sasar Daerah Episentrum, Sayang Sok Vaksin Terbatas

Ketigabelas kecamatan tersebut adalah, Boyolali Kota, Banyudono, Karanggede, Kemusu dan Mojosongo. Kemudian Kecamatan Nogosari, Sawit, Selo, Simo, Tamansari, Teras, Wonosegoro dan Kecamatan Wonosamodro.

Dijelaskan, kali ini dana berwujud uang tunai Rp 300.000/ bulan. Dan bulan ini diserahkan dua bulan sekaligus untuk bulan Mei dan Juni sebesar Rp 600.000. Total warga penerima dana BST sebanyak

62.923 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total dana sebesar Rp 37,753 miliar.

“Hingga Selasa (3/8), sudah tersalur kepada 55.265 KPM dengan jumlah dana sebesar Rp 33,159 miliar atau 87 persen.”

Baca Juga: Siapkan Tempat Isolasi Terpusat, Karanganyar Butuh 28 Relawan

Gubernur Ganjar Pranowo menyambut positif warga yang mengembalikan dana BST tersebut. Orang tersebut menunjukkan kejujurannya karena menilai dirinya tidak tepat menerima BST. Selanjutnya, dana akan dikembalikan ke kas negara.

“Memang ada yang dobel, seperti saya temui di Klaten. Ternyata dobel karena warga itu juga menerima bantuan dari dana desa. Syaratnya kan tidak boleh dobel.”

Sementara itu, Doby S Prabowo salah satu warga yang mengembalikan dana BST mengaku kaget namanya masuk dalam daftar KPM tersebut. Padahal, dirinya adalah perangkat Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono.

“Saya sebagai Kasi Pemerintahan sehingga tidak berhak menerima dana BST. Jadi dana saya kembalikan.” **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Tiga Ruko di Cepogo Boyolali Dibobol Maling

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:36 WIB

Diduga Korsleting Listrik, BTS di Simo Boyolali Terbakar

Selasa, 30 November 2021 | 14:19 WIB

Hantam Pagar Rumah, Nissan X-Trail Terbalik

Sabtu, 27 November 2021 | 20:12 WIB
X