93 Hektar Lahan Pertanian di Boyolali Diterjang Proyek Tol Solo-Jogja

- Senin, 28 November 2022 | 16:39 WIB
Alat berat digunakan untuk menguruk lahan sawah di Desa Guwokajen Kecamatan Sawit, Boyolali, yang terkena proyek tol Solo-Jogja.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Alat berat digunakan untuk menguruk lahan sawah di Desa Guwokajen Kecamatan Sawit, Boyolali, yang terkena proyek tol Solo-Jogja. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Proyek jalan tol Solo-Jogja menerjang 93 hektare lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di wilayah Boyolali. Luasan lahan tersebut berada di Kecamatan Banyudono dan Sawit.

“Iya, ada lahan pertanian yang terkena di Kecamatan Banyudono dan Sawit,” ujar Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Agus Pramudi Raharjo, Senin (28/11).

Dia menjelaskan, di wilayah Kecamatan Banyudono, LP2B yang terdampak sebanyak 54,1 hektar. Sedangkan di Kecamatan Sawit sebanyak 38,89 hektare.

Baca Juga: Pengaspalan Underpas Tol Solo-Jogja di Dukuh Kliteh Tuntas, Jalan Kembali Dibuka

Menurutnya, lahan yang terdampak jalan tol itu sudah dicarikan gantinya sesuai dengan besaran lahannya.

Dengan demikian, meski terdampak PSN, luasan LP2B tetap sama. Apalagi, rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja tersebut sudah dibahas dan dirancang cukup lama.

Sehingga, sebelum dimulainya proyek, pihaknya sudah mendapatkan calon lahan pengganti.

Baca Juga: Proyek Tol Solo-Jogja: Sudah Terima UGR, Namun Lima Rumah di Klinggen Boyolali Belum Dibongkar

“Intinya tetap sama. Apalagi Lahan pertanian pangan berkelanjutan ini sudah ditetapkan di dalam Perda nomor 3 tahun 2022. Total LP2B di Boyolali seluas 20.694 hektare,” jelas Agus Pramudi.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali, Joko Suhartono mengungkapkan, meski ada lahan pertanian terkena proyek tol, namun tidak mempengaruhi produk beras secara keseluruhan.

“Untuk Boyolali, masih surplus 69 ribu ton,” ujar Joko Suhartono.**

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X