Soal Cuitan Gibran, Bupati Klaten: Semoga Tambang Liar Segera Ditertibkan

- Senin, 28 November 2022 | 20:04 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani berharap persoalan tambang ilegal segera ditertibkan. (SMSolo/Merawati Sunantri)
Bupati Klaten Sri Mulyani berharap persoalan tambang ilegal segera ditertibkan. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.comBupati Klaten Sri Mulyani berharap masalah tambang pasir ilegal di wilayah Klaten akan segera ditertibkan, menyusul cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka soal tambang ilegal di Klaten.

"Bagus lah, semoga dengan mencuatnya kasus penambangan liar di media sosial yang direspon Mas Gibran, nanti segera ditindaklanjuti dengan penertiban,’’ kata Bupati Sri Mulyani, Senin (28/211/2022).

Menurutnya, perizinan penambangan semula ditangani pusat, namun kemudian dilimpahkan ke Pemprov Jateng. Namun untuk penertibannya harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan Pemkab Klaten, Pemprov Jateng dan pusat.

Baca Juga: Hujan Gol Terjadi Dilaga Kamerun vs Serbia

"Penertiban penambangan, tidak bisa jalan sendiri-sendiri tapi harus bersama-sama, meski perizinan menjadi kewenangan Provinsi, namun lokasinya berada di Klaten. Jadi kalau mau ditertibkan, semua harus terlibat,’’ tegas Bupati.

Dia bahkan mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang merespon cuitan dan keluhan warganet yang disampaikan melalui akun twitternya. Gibran dinilai pemimpin yang responsif.

Baca Juga: Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI

"Jadi pemimpin di era digital memang harus responsif terhadap aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat media sosial. Saat ini, media sosial sudah menjadi sarana keluh kesah dan masukan dari masyarakat yang cepat,’’ ujar Sri Mulyani.

Tak dipungkiri, keberadaan tambang liar memang berdampak pada kerusakan jalan dan lingkungan terutama di jalur evakuasi Merapi. Reklamasi yang seharusnya menjadi kewajiban penambang pun diabaikan.

Baca Juga: Bantah Gibran, Kapolres Klaten Bantah Ada Beking Tambang Ilegal. Sudah 6 Kasus Diproses

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X