Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

- Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali tengah menggodok Rancangan Perda Kawasan tanpa rokok (KTR). Perda tersebut saat masih dalam pembahasan bersama DPRD setempat.

“Saat ini masih tahap pembahasan dan sosialisasi kepada masyarakat” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Puji Astuti, Senin (29/11).

Dijelaskan, sosialisasi rancangan Perda KTR salah satunya menyasar petani tembakau. Sesuai perda tersebut, nantinya ada tempat-tempat yang wajib menjadi kawasan bebas rokok.

Baca Juga: Peredaran Rokok Ilegal Marak di Wilayah Perbatasan Boyolali

Yakni, pos pelayanan kesehatan (Yankes), tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain dan tempat yang ditetapkan.

Menurutnya, yang diatur tersebut sebenarnya adalah tempat-tempat yang sudah biasanya diatur dulu.

“Bedanya, kalau dulu ada kawasan tanpa rokok, tapi masih disediakan bilik khusus untuk merokok. Nah, sekarang tidak lagi.”

Adapun secara rinci, kawasan fasilitas yankes meliputi rumah sakit (RS), klinik, balai kesehatan, rumah bersalin, apotek, laboratorium kesehatan dan Puskesmas serta tempat praktik kesehatan.

Baca Juga: Peredaran Rokok Ilegal Marak di Wilayah Perbatasan Boyolali

Kemudian, tempat belajar mengajar seperti PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan madrasah. Sedangkan ditingkat perguruan tinggi (PT) masih belum diatur. Karena batasannya anak dengan usia dibawah 18 tahun.

“Begitu lokasi-lokasi tersebut ditetapkan, maka tidak boleh ada yang merokok di kawasan tersebut,” ujar Puji Astuti.

Nantinya, Perda KTR akan ditindaklanjuti atau diatur lebih lanjut dengan perbup.

Baca Juga: BLT DBHCHT Rp5 Miliar Dibagikan Untuk 4.150 Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok di Klaten

Di antaranya mengatur tempat-tempat yang menjadi KTR dan sanksi bagi pelanggarnya. Sanksi yang diberikan bisa berupa denda uang atau bentuk sanksi sosial.

“Mungkin bupati ingin menambahkan tempat lain lagi, maka tinggal ditambah tempatnya.”

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X