Gong Ceting Diharapkan Bantu Tangani Stunting di Klaten

- Kamis, 1 Desember 2022 | 07:24 WIB
Bupati Sri Mulyani menyerahkan bantuan peningkatan gizi kepada 100 anak.  (SMSolo/dok)
Bupati Sri Mulyani menyerahkan bantuan peningkatan gizi kepada 100 anak. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Bupati Klaten, Sri Mulyani meluncurkan Program Gotong Royong Cegah Stunting atau Gong Ceting untuk penanganan stunting di Klaten. Peluncuran dilakukan di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (30/11/2022).

Di saat bersamaan, Bupati Sri Mulyani juga dikukuhkan sebagai Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.

Dihadiri BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, Asisten, Kepala OPD, Ketua IBI Klaten, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Ketua Dharma Wanita, Satgas Stunting, Ketua TPPS Kecamatan, Ketua TP PKK Kecamatan, Korlap Penyuluh KB 10 sepuluh Lokus Stunting, dan lainnya.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia di Arena CFD Klaten: Ada Gebyar Musik, Ada Tes HIV

“Stunting merupakan salah satu masalah besar, butuh komitmen dan keterlibatan semua pihak di Klaten untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting. Tanpa komitmen, gerakan akan sia-sia,” ujar Bupati.

Penanganan stunting harus dilakukan di berbagai aspek, seperti kesehatan keluarga dan perilaku serta harus dilakukan secara terpadu. Target nasional menurunkan prevalensi sebesar 14 persen tahun 2024, harus didukung daerah.

“Berdasarkan data studi strategis Indonesia, prevalensi stunting di Jateng 20,9 persen, di Klaten 15,8 persen. Data dari hasil penimbangan serentak Agustus 2022, prevalensi stunting di Klaten 10,7 persen, atau turun 5,1 persen,’’ ujar Bupati.

Baca Juga: Gelar Multi Stakeholder Forum, PLN UP3 Klaten Targetkan 640.000 Pelanggan Install PLN Mobile

Sri Mulyani berharap, program Gong Ceting bisa menurunkan angka stunting secara nasional. Program Gong Ceting merupakan kerjasama BKKBN Jateng, DissosP3APPKB Klaten, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan ITS PKU Surakarta.

Mahasiswa berperan memberikan pelatihan kepada remaja, sosialisasi rumah pangan lestari, ibu hamil, ibu nifas, ibu dengan batita dan balita di sepuluh fokus stunting tahun 2023 di 10 desa di Klaten.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X