Pemkab Karanganyar Perlu Menambah Pusat Layanan Disabilitas

- Kamis, 1 Desember 2022 | 19:44 WIB
Sejumlah anak penyandang disabilitas melakukan peragaan busana, dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di gedung DPRD Karanganyar, Kamis (1/12). (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)
Sejumlah anak penyandang disabilitas melakukan peragaan busana, dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di gedung DPRD Karanganyar, Kamis (1/12). (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Karanganyar diminta menambah pusat layanan bagi penyandang disabilitas. Pasalnya, saat ini pusat layanan disabilitas di kabupaten Bumi Intanpari masih minim.

Hanya ada tiga pusat layanan yang sudah ada, yakni dua di kawasan Karanganyar kota dan satu di wilayah Colomadu.

Ketua Komda Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Karanganyar Hardianto Tanjung mengatakan, tiga pusat layanan itu belum bisa menjangkau seluruh wilayah Karanganyar.

Baca Juga: Longsor di Lereng Merapi-Merbabu, Akses Jalan Antar Kecamatan Tertutup Total

"Terutama untuk kawasan 4J, yakni Jumantono, Jumapolo, Jatipuro dan Jatiyoso. Belum terjangkau. Sekolah inklusi juga masih minim SDM. Padahal 80 persen SD negeri sudah menerapkan pendidikan inklusi, tapi SDM-nya masih terbatas. Sepekan hanya tiga kali, guru inklusi dari SLB dihadirkan," katanya, di sela peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di gedung DPRD Karanganyar, Kamis (1/12).

Baca Juga: Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Seorang Takmir Masjid di Sukoharjo Ditangkap

Padahal, penyandang disabilitas punya hak yang sama dengan masyarakat lain.

"Kami berharap, Pemkab bisa menambah pusat layanan, juga menambah SDM untuk sekolah inklusi, agar penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama," tuturnya.

Dia juga menyoroti belum adanya Pusat Layanan Autis (PLA). Selama ini, masyarakat yang membutuhkan harus dirujuk ke PLA di Kota Solo.

Baca Juga: Prediksi Belgia vs Kroasia: Setan Merah Sedang Tidak Baik-baik Saja!

"Saat ini, terapi bagi penyandang autis masih terbatas di RSUD. Padahal, PLA ini perlu. Karena tidak hanya mendampingi anak autis, tapi juga memberikan terapi keterlambatan wicara dan perilaku abnormal. Ini harus jadi perhatian Pemkab Karanganyar, tentang perlunya dibangun PLA di Karanganyar," katanya.

Dia juga mengkritisi belum diakomodirnya aturan kuota pekerja dua persen bagi penyandang disabilitas di lingkungan perkantoran dan perusahaan. Juga fasilitas publik yang kurang ramah bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Jepang, Mampukah Matador Menghindari Tebasan Samurai Biru?

"Akses ramah difabel masih perlu jadi perhatian. Agar tidak dibuat asal-asalan. Terlalu curam, atau lokasinya jauh dari pintu utama," imbuhnya.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani mengatakan, ada kecenderungan kasus anak berkebutuhan khusus meningkat. Dan mereka tersebar di berbagai wilayah, yang masih jauh dari pusat layanan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekda Lama Karanganyar Pensiun, Siapa Penggantinya?

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:47 WIB
X