Tiga Kios Pasar Berubah Jadi Ruko Mewah, Disegel Karena Menunggak Pajak

- Jumat, 2 Desember 2022 | 11:20 WIB
Kios Pasar Pungkruk di Desa Sidoharjo yang berubah menjadi ruko disegel Tim Diskumindag Sragen karena beberapa tahun tidak membayar pajak dan retribusi pasar.  (SMSolo/Anindito AN  )
Kios Pasar Pungkruk di Desa Sidoharjo yang berubah menjadi ruko disegel Tim Diskumindag Sragen karena beberapa tahun tidak membayar pajak dan retribusi pasar. (SMSolo/Anindito AN )

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Menunggak pajak dan retribusi dua tahun lebih, tiga kios mewah di kompleks Pasar Pungkruk Desa/Kecamatan Sidoharjo akhirnya disegel Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen.

Semula kios mewah itu dipakai untuk toko batik. Namun kemudian sejak Tahun 2020 toko batik ditutup karena sepi dan toko batik pindah di Jl Raya Sukowati, tepatnya di sisi timur Markas Kodim 0725 Sragen. Sedangkan kios dengan pagar teralis besi yang difungsikan sebagai ruko itu, kini dalam kondisi sering tutup.

Baca Juga: Tak Berizin, Dua Tower di Boyolali Disegel

Kepala Diskumindag Sragen Cosmas Edwi Yunanto melalui Kabid Sarpras dan Perdagangan Handoko saat dihubungi Jumat (2/12), membenarkan penyegelan tiga unit kios mewah di Pasar Pungkruk.

Tiga kios (kini ruko) yang dihuni Agus, disegel Tim Diskumindag saat melakukan operasi penertiban tunggakan retribusi.

''Sudah dikirimi tiga kali surat peringatan, tapi tidak menghiraukan, jadi kami segel,'' terang Handoko.

Dia mengatakan, tiga kios berukuran masing-masing 3 x 5 m itu kondisi bangunannya sudah dirombak menjadi ruko bangunan permanen dua lantai.

Baca Juga: Digunakan untuk Seksi Dancer, Hotel Gajah Mada Rembang Disegel

Sewaktu tim melakukan pengecekan, lanjut Handoko, ternyata Agus yang menghuni bangunan itu bertahun-tahun tidak membayar pajak dan retribusi.

Petugas Sarana Prasarana dan Perdagangan selanjutnya menjalankan prosedur pemberitahuan 1 hingga 3, namun tidak direspon. Karena dianggap sudah tidak kooperatif menyelesaikan urusan tunggakan pajak dan retribusi, sehingga kios mewah itu disegel.

Menurut Handoko, sebenarnya tunggakan kios mewah di kompleks pasar itu jika dihitung tunggakan pajaknya Rp 10 juta lebih. Perhitungan akumulasi pajak itu belum termasuk tunggakan pajak tahunan untuk perpanjangan hak pakai yang seharusnya dibayar Agus setahun sekali.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Desa di Sragen Gelar Pilkades Sebelum November 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:30 WIB

Lelaki Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan

Senin, 16 Januari 2023 | 18:13 WIB
X