Dua Desa Diperkirakan Rawan Gesekan, 400 Polisi Siap Amankan Pilkades Serentak di Boyolali

- Senin, 5 Desember 2022 | 13:40 WIB
Anggota Polres Boyolali mengikuti apel kesiapan pengamanan Pilkades serentak, Senin (5/12).  (SMSolo/Joko Murdowo)
Anggota Polres Boyolali mengikuti apel kesiapan pengamanan Pilkades serentak, Senin (5/12). (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Polres Boyolali bakal turut aktif mengamankan gelaran Pilkades serentak Boyolali yang digelar Rabu (7/12). Total, 400 personel disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades di 15 desa dalam 11 kecamatan tersebut.

Pengamanan juga dibantu dari Polda Jateng, TNI dan Linmas. Guna memastikan kesiapan para petugas, digelar apel gabungan pengamanan Pilkades serentak tahap 2 di Mako Polres Boyolali, Senin (5/12).

Menurut Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin, pada H-1 pelaksanaan pemungutan suara Pilkades, pasukan pengamanan sudah didorong masuk ke setiap desa yang melaksanakan Pilkades. Pengamanan hingga H+1 pemungutan suara.

Baca Juga: Jelang Pilkades di Boyolali: Rekomendasi Kades Belum Beres, Warga Datangi Kantor Desa Manggis

“Sesuai perkembangan, ada 2 desa di Boyolali yang cukup rawan terjadinya gesekan. Yakni Desa Kembangkuning di Kecamatan Cepogo dan Desa Manggis di Kecamatan Mojosongo,” katanya seusai apel.

Dia menjelaskan, kedua desa itu masuk kategori rawan 1. Dalam pengaman Pilkades serentak tersebut, Polres Boyolali juga dibantu oleh Satuan Brimob Polda Jateng. Detasemen antihuru hara juga disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

“Secara umum, situasi masih aman kondusif. Dan kami juga berharap semua warga masyarakat untuk ikut menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.”

Baca Juga: 15 Desa di Boyolali Bakal Gelar Pilkades Serentak

Namun demikian, pihaknya tidak segan untuk menindak tegas siapapun yang mencoba untuk menganggu atau memperkeruh situasi Pilkades. Hal itu dimaksudkan agar situasi desa dan lingkungan tetap aman dan tertib.

“Kami ajak semua masyarakat menyambut pelaksanaan Pilkades ini dengan riang gembira. Inikan pesta demokrasi, harusnya pesta disikapi dengan gembira. Semuanya adalah keluarga. Kita semua saudara,” tandas Asep Maulidin.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X