Menuju Boyolali Bebas Sampah 2025, Dispermasdes Dorong Berdirinya Omah Sampah

- Jumat, 9 Desember 2022 | 12:56 WIB
Kepala Dispermasdes Boyolali, Yulius Bagus Triyanto menunjukkan paving dan batu candi dari olahan sampah plastik.
Kepala Dispermasdes Boyolali, Yulius Bagus Triyanto menunjukkan paving dan batu candi dari olahan sampah plastik.

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali turut gencar menyosialisasikan pengelolaan sampah. Langkah ini dilakukan menuju Boyolali Bebas Sampah 2025.

Menurut Kepala Dispermasdes, Yulius Bagus Triyanto, pihaknya memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) untuk mengajak masyarakat menggelorakan budaya bersih. Pihaknya juga menggelar aksi tukar sampah dan edukasi pengelolaan sampah di kawasan CFD.

“Langkah ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah, menciptakan budaya peduli sampah dan kebersihan lingkungan sekitar,” katanya, Jumat (9/12).

Baca Juga: Luar Biasa, Siswa MIM PK Kateguhan, Sawit Boyolali Ciptakan Robot Sampah Bicara

Dia menjelaskan, aksi bersama tersebut menjadi upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk menuju Boyolali bebas sampah 2025 bersama seluruh stakeholder.

“Kami menggandeng UPK untuk kampanye menuju Boyolali bebas sampah 2025.”

Terkait upaya yang ditempuh, Yulius mengungkapkan, pihaknya mendorong setiap desa agar memiliki Omah Sampah.

Sehingga memudahkan mengolah sampah yang diterima dari masyarakat. Pasalnya, sampah di lingkungan masyarakat bisa diolah menjadi berbagai produk bermanfaat.

Baca Juga: Temukan Sampah Menggunung di Pintu Air Siluwur, Bupati Sukoharjo Panggil Camat Weru

“Untuk sampah organik bisa diolah menjadi pupuk. Sedangkan sampah plastik bisa disulap menjadi bunga hias, paving block, dan batu candi.”

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X