Di Sragen, Peserta BST Sudah Meninggal Masih Mendapat Undangan dari Kantor Pos

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 15:48 WIB
Para penerima BST di Kantor Pos Kecamatan Sidoharjo, Sragen saat antre mengambil dana Mei - Juni yang dibayarkanb akhir Juli 2021 lalu sebesar Rp 600.000.(SMSolo/Anindito AN)
Para penerima BST di Kantor Pos Kecamatan Sidoharjo, Sragen saat antre mengambil dana Mei - Juni yang dibayarkanb akhir Juli 2021 lalu sebesar Rp 600.000.(SMSolo/Anindito AN)

 

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Banyak peserta Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Sragen yang mendapat undangan dari Kantor Pos, ternyata sudah meninggal.

Di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo banyak peserta BST yang meninggal, masih diundang. Kaur Perencanaan Desa Sidoharjo Wawan Agus Bowo Wahyudi menyatakan saat Rapat Musyawarah Desa (Musdes) Kamis (5/8), persoalan itu sudah dibahas.

"Namun belum ada perintah dari Dinsos untuk merubah nama penerima BST yang sudah meninggal," tutur Wawan Agus Bowo Wahyudi.

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo akan Gelar Baksos Pengisian Oksigen. Catat Jadwalnya

Sedangkan saat Musdes, hanya merubah beberapa penerima BLT. Penerima BLT dari Dana Desa (DD) ada yang dicoret, karena sudah menerima BST dari Kemensos. Sedangkan untuk validasi BST, belum ada perintah.

Untuk mencegah terulangnya undangan BST bagi yang sudah meninggal, mestinya harus dilakukan validasi ulang. Hasil pengamatan, Rantinem warga RT 10 Desa Sidoharjo yang sudah meninggal, mendapat undangan pencairan BST.

Ada juga Dinah warga RT 12 Desa Sidoharjo serta Suginem warga RT 18 Desa Sidoharjo, keduanya sudah meninggal namun masih mendapat undangan menerima BST.

Baca Juga: Tiga Polisi Surakarta Mendapat Penghargaan atas Tindakan Kemanusiaan Terhadap Warga

Orang yang terdaftar sebagai penerima undangan dari Kantor Pos untuk menerima BST periode Mei - Juni 2021 yang dibayarakan bulan Juli 2021, namun orangnya sudah meninggal. Kasus semacam itu diperkirakan terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Sragen.

Kejadian orang meninggal namun masih mendapat undangan mencairkan BST di Desa Sidoharjo, hanyalah contoh kecil. Karena kemungkinan di desa-desa lain di Kabupaten Sragen ada kasus semacam itu.

Baca Juga: Terkena Refocusing Anggaran, Jalan Tirtomoyo-Jatiroto dan Pracimantoro-Sumberagung Urung Diperbaiki

Kepala Kantor Pos Sragen Budi Purnomo mengatakan di Sragen penerima BST Mei - Juni 2021 ada 30.806 untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima mendapatkan dana tunai Rp 600.000, untuk jatah Mei - Juni 2021 yang dibayarkan akhir Juli 2021 di Kantor Pos Kecamatan.

Bagi yang belum mengambil BST itu, masih dilayani di Kantor Pos Sragen. Terkait adanya orang sudah meninggal mendapat undangan lagi, Budi Purnomo mengaku mendapatkan data dari Kemensos.

Selama nama penerima BST yang meninggal belum diganti, maka nama yang diterbitkan Kemensos akan tetap muncul.

"Kami hanya menerima nama-nama penerima BST dari Kemensos," tutur Budi Purnomo. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Kecelakaan Karambol terjadi di Sumberlawang, Sragen

Kamis, 11 November 2021 | 11:19 WIB
X