Candi Sari di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo Ditutup Terpal, Ternyata Untuk Ini

- Jumat, 9 Desember 2022 | 15:50 WIB
Batuan Candi Sari ditutup terpal agar obat benar- benar meresap guna mematikan lumut yang menempel. (SMSolo/Joko Murdowo)
Batuan Candi Sari ditutup terpal agar obat benar- benar meresap guna mematikan lumut yang menempel. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Laiknya batu candi lainnya, batuan andesit di Candi Sari, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo juga perlu perawatan rutin. Tujuannya agar batuan terhindar dari lumut.

“Kalau dibiarkan maka lumut bisa merusak struktur batuan candi,” ujar Juru Pelihara (Jupel) Candi Sari, Sutrisno, Jumat (9/12).

Dijelaskan, perawatan rutin tersebut dengan menggunakan obat cair khusus. Sebelumnya, batu dibersihkan secara manual dalam kondisi kering. Llau dibersihkan lagi secara manual basah. Baru kemudian disemprotkan obat.

Baca Juga: Jelang Jokowi Mantu Kaesang-Erina, 30 Jet Pribadi Mendaftar Mendarat di Bandara Adi Soemarmo

“Setelah disemprot obat, batu candi harus ditutup dulu. Makanya ini ditutup dengan terpal selama 2-3 hari,” ujarnya, Jumat (9/12).

Penutupan bertujuan agar tidak terkena air hujan. Sebab jika terkena hujan, maka efek obat tidak berfungsi dan menjadi sia-sia. Selain itu, penutupan dengan terpal bertujuan agar obat bisa meresap ke pori-pori batu.

Baca Juga: Usai Lakukan Siraman, Jokowi Tak Kuat Gendong Kaesang

“Sehingga lumut yang tumbuh di batu bisa berkurang.”

Diungkapkan, perawatan memang dilakukan secara rutin, tiap dua sampai tiga bulan sekali. Sehingga, batuan candi kembali bersih dan lebih terawat.

Meski sedang dilakukan perawatan, pengunjung tetap bisa menikmati keindahan Candi Sari yang berlatar Gunung Merapi dan Merbabu.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X