Terpuruk Dua Tahun Tak Bisa Pentas, Dalang Jual Wayang dan Gamelan di Pinggir Jalan Ngemplak-Boyolali

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Kru dalang Ki Wartoyo berteriak menawaran wayang dan perlengkapan pentas di pinggir jalan depan Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak. (SMSolo/Joko Murdowo)
Kru dalang Ki Wartoyo berteriak menawaran wayang dan perlengkapan pentas di pinggir jalan depan Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Dalang Ki Wartoyo nekat menjual wayang dan gamelan di pinggir jalan. Hal itu dilakukan lantaran frustasi tak bisa mentas selama masa pandemi Covid-19.

Tak hanya wayang dan gamelan, dia juga menjual kamera video shoting serta baju yang biasa disewakan untuk pengantin. Barang- barang tersebut ditawarkan langsung di ruas jalan depan Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak pada Minggu (8/8) siang.

Untuk baju dan kamera diletakkan atau ditata di atas mobil pikap. Sedangkan wayang ditancapkan pada pakeliran sederhana. Baju ditawarkan bervariasi antara Rp 50.000 – Rp 500.000. Kamera dijaul Rp 2.500.000.

Baca Juga: 3.780 Dosis Vaksin Moderna Disiapkan untuk Suntikan Boster Nakes di Sragen

“Untuk wayang saya tawarkan bervariasi antara Rp 500.000 – Rp 4.000.000/ buah. Wayang ini sudah menggunakan prodo emas, sehingga kualitasnya sangat bagus,” katanya.

Dalang asal Dukuh Bulu RT 004 RW 003 Desa Tegal Giri, Kecamatan Nogosari ini lebih lanjut berharap wayang dan perlengkapan yang dia jual bisa laku. Selain untuk menutup kebutuhan dapur, juga untuk mengangsur pinjaman bank.

Diungkapkan, sebenarnya dirinya masih bisa berkreasi dengan mendalang dalam pakeliran padat. Masih ada beberapa tanggapan dengan rekomendasi pejabat. Syaratnya, dirinya dan semua penabuh gamelan serta sinden harus diswab terlebih dahulu.

Baca Juga: Duh. Jalan Sepi karena PPKM Malah Dipakai Balap Liar, 101 Motor Brong Diamankan

“Sehingga dijamin bebas Covid-19.”

Namun untuk teman lainnya, lebih banyak yang menganggur. Mereka tak bisa mencari pekerjaan lain karena bakatnya hanya di bidang seni. Karena minim tanggapan, praktis tak ada pemasukan untuk mendukung kebutuhan sehari- hari.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Boyolali

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:37 WIB

Boyolali Mulai Vaksinasi Anak Dosis Kedua

Selasa, 18 Januari 2022 | 04:30 WIB

Tingkatkan Layanan, RSUPA Boyolali Tambah Tiga Gedung

Senin, 17 Januari 2022 | 16:38 WIB
X