Kemenag-MBZ University UEA Teken MoU, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Dibuka Bulan Ini?

- Jumat, 13 Januari 2023 | 07:31 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berbincang dengan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, serta perwakilan University for Humanities Uni UEA di kompleks Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (12/1/2023).  (SMSolo/dok Humas Pemkot Solo)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berbincang dengan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, serta perwakilan University for Humanities Uni UEA di kompleks Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (12/1/2023). (SMSolo/dok Humas Pemkot Solo)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kementerian Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Mohamed Bin Zayed (MBZ) University for Humanities Uni Emirat Arab (UEA) meneken Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Penandatanganan tersebut dilakukan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, serta MBZ University Chancellor, Dr Khaled Al Yabhouni Al Dhahrei di masjid tersebut, Kamis (12/1/2023)

Usai penandatanganan MoU, Kamaruddin mengungkapkan, pengelolaan Masjid Raya Sheikh Zayed akan dilakukan bersama antara Kemenag dan MBZ University for Humanities.

Baca Juga: Resmikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jokowi Salat Sunah Bersama Presiden UEA

“Ini sebentar lagi selesai (diperbaiki), masih ada hal-hal kecil yang harus diselesaikan. Berharap tanggal 15 dan 16 Januari sudah bisa diserahkan secara resmi ke kami untuk dioperasikan,” jelas dia.

Menurut Kamaruddin, Masjid Raya Sheikh Zayed akan menjadi salah satu gudang literasi dan tempat aktivitas keagamaan yang berorientasi paham moderat.

Terkait hal itu Pemerintah Indonesia dan UEA telah sepakat mempercepat pembangunan Solo Culture Center (awalnya bernama Solo Islamic Center) guna meningkatkan literasi keagamaan dengan paham moderat.

Baca Juga: Pakai Dana Hibah UEA yang Diterima Gibran, Bangunan Pasar Tunggulsari Diperbaiki Tahun Ini

“"Bangunan Solo Culture Center nantinya terintegrasi dengan masjid. Sepenuhnya pembiayaan ditanggung oleh UEA.”

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menghadiri penandatanganan MoU tersebut menjelaskan, nama Solo Islamic Center diubah menjadi Solo Culture Center dilatarbelakangi konsep toleransi dan coexistence.

"Kemarin ngobrol soal itu di Abu Dhabi. Intinya arahnya condong ke toleransi dan coexistence. Itu konsepnya dari Pak Rektor (MBZ University for Humanities),” bebernya.**

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

16 Atlet Papua Semangat Ikuti Walikota Solo Cup

Selasa, 6 Juni 2023 | 15:31 WIB
X