Waspada! Awal Tahun 2023, Kasus DBD di Boyolali Tinggi

- Rabu, 1 Februari 2023 | 14:44 WIB
Anggota Babinsa ikut kegiatan foging di Boyolali Kota demi memberantas nyamuk penyebab demam berdarah.(dok)
Anggota Babinsa ikut kegiatan foging di Boyolali Kota demi memberantas nyamuk penyebab demam berdarah.(dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Warga Boyolali diminta waspada. Pasalnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) ternyata cukup tinggi. Bahkan, sebulan terakhir, tercatat ada dua kasus kematian di wilayah kabupaten itu.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Teguh Tri Kuncoro, hingga 1 Februari ini, ada 136 laporan yang masuk. Namun, tidak semuanya didiagnosa DBD.

“Laporan yang masuk ada 136 kasus,” katanya, Rabu (1/2).

Baca Juga: Isoman Hingga 16 Hari Sebelum Negatif Covid-19, Gibran Mengaku Juga Terkena DBD

Rinciannya, 61 kasus DBD, 64 kasus demam dengue (DD), 8 kasus demam sock syndrome 8 dan dua kasus dengan diagnosa lain.

“Jadi di bulan ini, jika dibanding dengan tahun lalu ada peningkatan jumlah kasus DBD. Sebulan ini, kematian ada dua kasus. Di Andong dan Boyolali Kota.”

Dia menjelaskan, trend DBD mengalami kenaikan sejak minggu pertama hingga minggu ketiga pada 2023. Selama kurun tiga minggu, kasus DBD stagnan cukup tinggi tinggi. Lalu pada minggu keempat memasuki minggu kelima mulai ada penurunan kasus.

Baca Juga: Pratu Ferdian Dwi Sukma Dimakamkan Dengan Upacara Militer

“Yakni, minggu pertama 10 kasus DBD, lalu naik minggu kedua tembus 20 kasus, lalu turun pada minggu ketiga dengan 19 kasus dan minggu keempat dengan 18 kasus,” ungkap Teguh.

Namun demikian, ada beberapa Puskesmas dengan zero kasus DBD dan demam sock syndrome. Seperti Puskesmas Selo, Musuk, Banyudono II, Klego I dan II, Wonosegoro, Gladagsari dan Tamansari.

Kemudian, kasus demam sock syndrome ditemukan di Puskesmas Boyolali I dan Andong dengan masing-masing satu kasus.

Menurut Teguh, kasus DBD tertinggi ditemukan di Karanggede dengan 15 kasus. Lalu Andong ada tujuh kasus, Juwangi, Nogosari, dan Boyolali I masing-masing lima kasus. Lalu Teras, Sambi dan Kemusu masing-masing empat kasus.

Baca Juga: Tanggapi Postingan Mahfud MD, Asrul Sani: Beli dan Harga Bervariasi

“Selanjutnya Mojosongo, Sawit, Ngemplak, Simo masing-masing tiga kasus. Sisanya, Cepogo, Banyudono I dan Wonosamudro dua kasus. Sedangkan Ampel dan Boyolali II satu kasus.”

Sedangkan pada 2022, tercatat ada 297 kasus DBD dengan empat kasus kematian. Rinciannya, Januari ada 41 kasus, Februari 20 kasus, Maret 21 kasus, April 25 kasus, Mei 18 kasus, Juni 23 kasus, Juli 25 kasus, Agustus 22 kasus, September 27 kasus, Oktober 23 kasus, November 27 kasus dan Desember 25 kasus.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP Boyolali Target Raih 41 Kursi DPRD

Senin, 20 Maret 2023 | 15:02 WIB
X