Status Kabupaten Sukoharjo Turun jadi Zona Orange atau Risiko Sedang

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:00 WIB
Tangkapan layar coronajatengprov.go.id
Tangkapan layar coronajatengprov.go.id

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Setelah berbulan-bulan menyandang status Zona Merah atau Risiko Tinggi Covid-19, status Kabupaten Sukoharjo turun menjadi orange atau Risiko Sedang.

Kepastian itu berdasarkan data corona.jatengprov.go.id per 25 Agustus 2021. Sejauh ini Kepala DKK Sukoharjo sekaligus Jubir Satgas Covid-19, Yunia Wahdiyati belum bisa dikonfirmasi. Namun demikian, salah satu pejabat di DKK membenarkan turunnya status tersebut.

"Memang benar, status Kabupaten Sukoharjo dari zona merah atau risiko tinggi menjadi risiko sedang atau orange," jelas pejabat DKK yang enggan disebut namanya ini.

Baca Juga: Target 10.000 Dosis Vaksin Covid-19 di Boyolali Belum Bisa Direalisasi

Di samping itu, terkait dengan data update dari DKK yang menyebutkan bahwa pada Rabu 25 Agustus 2021 tercatat ada 119 orang meninggal, menurut pejabat ini tidak benar. Yang benar, data yang diunggah hari itu merupakan data lama.

"Jadi begini, dulu saat jumlah kasus meninggal sangat tinggi. Banyak sekali yang suspek meninggal tetapi hasil lab-nya belum turun dan baru turun kemarin. Sehingga data delay itu diunggah saat ini. Jadi bukan hari itu jumlah kasus meninggal sebanyak 119 orang," bebernya.

Baca Juga: Membanggakan, Enam Dosen FKOR UNS jadi Pelatih Atlet Tim Indonesia di Paralympic Tokyo 2020

Hal itu juga sudah diketahui oleh Provinsi dan Pusat. Sehingga, tidak ada kasus meninggal mencapai ratusan pada tanggal 25 Agustus 2021. "Yang ada data lama pasien meninggal dan sudah dimakamkan hasil labnya baru keluar sekarang."

Karena itu warga tidak perlu cemas dan resah terkait dengan data tersebut. Sebab kenyataan di lapangan kasus postif dan meninggal jauh sudah menurun di Sukoharjo. karena itu status zona menurun jadi orange. Bahkan angka BOR saja sekarang ini ada di kisaran 21 persen.

"Kok data lab bisa delay? Bisa saja. Karena dulu banyak pasien jadi laboratorium juga memproses banyak. Jadi baru sekarang ini keluar. Kalau dalam kondisi normal hasil lab, dua atau tiga hari sudah keluar," imbuhnya. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Kartasura dan Grogol Sukoharjo juga Dilanda Banjir

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:27 WIB

Dari 150 Desa 19 Desa di Sukoharjo Belum Punya BUMDes

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:59 WIB

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X