BPOM : Waspada Konsumsi Obat Tradisional Di Masa Pandemi

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 08:42 WIB
Warga mengikuti vaksinasi yang digelar bersamaan dengan sosialiasi BPOM di Gedung Sunan Pandanaran, komplek RSPD Klaten, Sabtu (28/8/21).   (SMSolo/Mera S)
Warga mengikuti vaksinasi yang digelar bersamaan dengan sosialiasi BPOM di Gedung Sunan Pandanaran, komplek RSPD Klaten, Sabtu (28/8/21). (SMSolo/Mera S)

 

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat agar waspada dalam mengkonsumsi obat tradisional di masa pandemi.

Hal itu, karena di pasaran masih dijumpai obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Hal itu ditegaskan Direktur Intelijen Obat dan Makanan BPOM, Rizkal, S.Sos, M.M. pada "Sosialisasi BPOM dan Vaksinasi Warga Klaten" di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Sabtu (28/8/21). Acara digelar PCNU Klaten, Kodim 0723/Klaten dan Dinas Kesehatan Klaten.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Wisudawan UNS Terus Bergerak Atasi Dampak Pandemi Covid-19

"Kita mengkonsumsi obat tradisional berharap untuk menjaga imunitas tubuh agar tidak terpapar virus corona. Tapi hatai-hati, karena ada yang mengandung bahan kimia obat," kata Rizkal.

Bahan Kimia Obat adalah senyawa sintetis atau bisa juga produk kimiawi yang biasanya digunakan dalam pengobatan modern. BKO ditemukan dalam produk yang belum diuji oleh BPOM, dia menyebutkan beberapa contoh termasuk beberapa obat keperkasaan pria.

Penggunaan BKO tidak berbahaya apabila sesuai anjuran penggunaan, namun tetap ada efek sampingnya. Untuk kewaspadaan, masyarakat bisa mengecek produk terdaftar BPOM melalui cekbpom.pom.go.id. atau aplikasi CEK BPOM.

Baca Juga: Memburu Ikan Mabuk, Dua Remaja Sragen Tewas Tenggelam di Kali Mungkung

"Selama pandemi, ikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan 6 M, memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi, serta menghindari aktivitas makan Bersama," ujar Rizkal.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X