Penyekatan Di Jalur Menuju Wisata Selo Boyolali, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:07 WIB
Petugas gabungan Satlantas Polres Boyolali memutarbalik kendaraan yang akan menuju wisata Selo, Minggu (29/8). SMSolo/Joko Murdowo
Petugas gabungan Satlantas Polres Boyolali memutarbalik kendaraan yang akan menuju wisata Selo, Minggu (29/8). SMSolo/Joko Murdowo

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Tim gabungan di jalur utama menuju kawasan lereng Merapi- Merbabu, Kecamatan Selo, Minggu (29/8/2021).

Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya warga yang berwisata ke sana.  Penyekatan dijalan Boyolali – Magelang itu dilakukan di tiga titik.

Yaitu di tikungan Jurang Grawah, Cepogo dan di Desa Jrakah, Kecamatan Selo yang merupakan perbatasan wilayah Boyolali dan Magelang. Kemudian juga di Simpang PB VI Selo.

Baca Juga: Polwan Satlantas Sukoharjo Razia Prokes dan Sosialisasi Aplikasi Peduli Lindungi

Petugas juga berjaga di tikungan Irung Petruk, yang biasa digunakan wisatawan untuk istirahat dan nongkrong. Kegiatan penyekatan di tikungan Jurang Grawah, petugas memeriksa kendaraan sepeda motor maupun mobil pribadi yang melintas di jalan Boyolali – Magelang tersebut.

Mereka ditanya warga dari mana dan keperluan apa menuju ke Selo.

Jika merupakan warga Selo atau warga sekitar, maka mereka diperbolehkan melanjutkan peralanan.

Baca Juga: BPOM : Waspada Konsumsi Obat Tradisional Di Masa Pandemi

Tetapi, jika bukan warga Selo dan tujuannya ke Selo hanya untuk liburan, mereka pun diminta putar balik. Tercatat ada ratusan kendaraan yang diputar balik petugas.

Tak hanya itu, dalam kegiatan penyekatan ini petugas dari Puskesmas juga melakukan tes swab antigen secara acak kepada pengguna jalan yang dihentikan.

“Kami lakukan penyekatan di jalan menuju ke Selo, karena disinyalir di hari Jumat, Sabtu, Minggu banyak sekali masyarakat yang naik ke Selo untuk liburan.

Kami berupaya  meminimalisir kegiatan masyarakat yang akan wisata ke Selo,” kata Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni, disela-sela kegiatan penyekatan di tikungan Jurang Grawah, Desa/Kecamatan Cepogo.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Wisudawan UNS Terus Bergerak Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Dijelaskan, penyekatan dilaksanakan karena Boyolali masih diberlakukan PPKM level 4. Meski sudah ada sejumlah pelonggaran aturan, namun pembatasan kegiatan masyarakat masih dilakukan.

Tempat-tempat wisata juga masih ditutup. Jadi kegiatan ini juga bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Boyolali, khususnya di tempat wisata.

Tak hanya itu, dalam kegiatan penyekatan ini petugas dari Puskesmas juga melakukan tes swab antigen secara acak kepada pengguna jalan yang dihentikan.

Untungnya, dari sekitar 13 orang yang dilakukan tes swab antigen, semuanya negatif.  Masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi prokes ketat.

Baca Juga: Memburu Ikan Mabuk, Dua Remaja Sragen Tewas Tenggelam di Kali Mungkung

Saat penyekatan di Cepogo ini, sempat terjadi insiden. Seorang remaja marah- marah karena  tidak terima dihentikan petugas.

Polisipun melakukan pemeriksaan, ternyata remaja pengendara sepeda motor ini tidak membawa STNK, motornya tidak ada spionnya dan knalpot brong atau bersuara bising.

“Pengendara itu juga tidak memiliki SIM, karena masih dibawah umur. Tadi dihentikan petugas, diminta putar balik, tapi malah marah-marah dan melawan petugas. Akhirnya saya minta dibawa ke Polsek Cepogo yang dekat,” jelas AKP Yuli .  **

Halaman:
1
2
3

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Sempat Melambung, Harga Telur Ayam Kembali Anjlok

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:45 WIB

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Kecamatan Gladagsari, Boyolali Punya Kantor Baru

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:06 WIB
X