MENGEJUTKAN !!! Tersangka Pembunuh Satpam Di Solo, Gunakan Uang Hasil Curian Untuk Beli Hal Ini

16 Desember 2021
MENGEJUTKAN !!! Tersangka Pembunuh Satpam Di Solo, Gunakan Uang Hasil Curian Untuk Beli Hal Ini Tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan berencana, RSMM alias S (21) di gudang rokok Camel Serengan Solo gunakan uang hasil kejahatannya untuk berbagai keperluan. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, selain itu tersangka tersebut juga membeli sepeda motor dan perhiasan. Ade menjelaskan, setelah membunuh korban yang merupakan satpam di gudang tersebut, Suripto (32), tersangka membawa brankas berisi uang ratusan juta itu dibawa ke rumahnya di Wonogiri. "Uang hasil curian tersangka diserahkan kepada istri dengan menyampaikan bahwa uang tersebut adalah warisan nenek," ucap Ade dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Kamis (16/12/2021). RSMM alias S membelikan sejumlah barang hasil kejahatannya yaitu 1 unit motor Yamaha N-Max bekas dengan nopol AD 3153 AGG berwarna hitam tahun 2018. Selain motor, tersangka membeli 1 buah handphone Xiaomi Redmi 10 Prowarna coklat silver, 1 buah handphone Xiaomi Redmi Note 8 warna hitam. "Sebuah mesin cuci merek Politron, 1 unit diesel merek Honda, 1 set sofa, bata ringan atau hebel, toren air atau tandon air, dan menyita dari tangan tersangka uang tunai Rp 2 juta," ungkapnya. Sementara itu, pihaknya juga menyita sejumlah barang berharga dari tangan sang istri yang dibeli dari uang hasil kejahatan tersangka, yaitu 1 untai kalung rantai emas seberat 5,170 gram, 1 buah gelang rantai balok emas, berat 4, 820 gram, dan 1 untai kalung milanos emas, berat 7,970 gram. "Ada pula 2 buah cincin emas, berat 2, 410 dan 2, 190 gram, 1 buah gelang BK MTF 2 WR emas, berat 4, 900 gram, 1 buah buku tabungan Simpedes Bank BRI, dan 1 buah buku tabungan Britama Bank BRI," jelasnya. Sejumlah uang tunai juga disita polisi dari tangan istri tersangka yakni Rp 80 juta dan dari mertua tersangka sebanyak Rp 8,1 juta. Sementara itu, tersangka RSMM mengaku melakukan kejahatan hingga mengakibatkan meninggalnya Suripto dengan motif ekonomi. Dia mengungkapkan, dia tega membunuh mantan rekan kerjanya itu karena sama-sama adu fisik. "Saya khilaf. Saya menyesali perbuatan saya, saya mohon maaf untuk keluarga korban karena perbuatan saya," tandasnya. Akibat perbuatannya, polisi menjerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun. Tersangka juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun.

Video Lainnya

\
X